Langsung ke konten utama

KHUBAIB BIN ADI (Sang Syahid di Tiang salib)


       Cinta adalah Ketertarikan emosinal Terhadap seseorang yang di Warisi dengan Pengorbanan dan Kasih sayang, Seseorang akan melakukan sesuatu demi membuat orang yang di cintainya itu bahagia, Oleh karena itu Allah Subhanahu Wata'ala memperingati umatnya agar lebih mencintai-Nya dan Rasul2-Nya, Seperti yang akan kita bahas tentang Kisah Seseorang  yang sangat Mencintai Allah dan Rasulnya, Ia korbannya jiwa demi agama, serta Perjuangannya mewakili seluruh manusia terbaik saat itu, bagaimana kisah heroiknya dapat menjadi Motivasi dan Pelajaran bagi kita semua, Karena Jasa nya Untuk agama ini. Beliau lah salah satu Sahabat Mulia yang kini namanya mulai redup oleh ingatan kita, Sang Kesatria ini bernama : Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an

            Beliau Radhiallahu'an Bernama : Khubaib bin Adi Bin Malik Al Aushi Al An Shori , Sahabat yang di Puji Allah Subhanahu Wata'ala, dalam Al Qur'an Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman :
            Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung ( Al Qur'an Surat Al Ashr ayat 9)

Beliau juga salah satu Diantara sahabat yang ikut andil dalam peperangan Badr Dan Uhud Yang Rasulullah Telah menjamin Surga kepada mereka, Seperti yang tersirat pada kisah sahabat Hâthib bin Abi Balta’ah saat ia mencoba membocorkan rencana penyerangan ke Makkah. Sehingga Sahabat ‘Umar menganggap perbuatan tersebut sebagai pengkhianatan. Oleh karenanya, ia pantas dibunuh. Mendengar kekecewaan ‘Umar bin al-Khaththab, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

فَقَالَ أَلَيْسَ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ وَجَبَتْ لَكُمْ الْجَنَّةُ أَوْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ فَدَمَعَتْ عَيْنَا عُمَرَ وَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

“Bukankah ia (Haathib) itu termasuk yang ikut perang Badr? Dan Allah telah menyaksikan Ahli Badar, seraya berfirman: ‘Berbuatlah apa yang kalian kehendaki, sungguh surga telah pasti bagi kalian’, atau dalam riwayat lain: ‘Aku telah mengampuni kalian’.” 
[HR al-Bukhâri, kitab al-Maghâzi bab Fadhlu man Syahida Badran, hadits no. 3983].

             Beliau Radhiallahu'an Sangat Tekun dalam Beribadah dan Sangat Mencintai Rasulullah meleibihi kecintaannya kepada Dirinya sendiri.
Kisahnya Heroik nya berawal Ketika Rasulullah Mengutus 10 orang Sahabat yang kesemuanya adalah para Penghafal Al Qur'an, untuk Berdakwah . Karena setelah Perang uhud dua suku Arab mendatangi Rasulullah untuk menyatakan keinginan mereka masuk Islam , serta mereka juga meminta untuk dikirimkan nya Sahabat Rasulullah kepada mereka agar mereka dapat mempelajari Islam Secara sempurna. Singkat cerita Ekpedisi ini di pimpin oleh Sahabat yang bernama Hashim Bin Tsabit. Di tengah perjalanan tepatnya di daerah Hadah, yang terletak di antara Asafan dan Makkah, Para suku itu menghianati perjanjian mereka dan membunuh Utusan Rasulullah dan menawan sebagiannya, diantara nya adalah Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an, setelah itu Khubaub pun di jual kepada Suku Harits , Perlu diketahui Pembelian yang di lakukan ANak2 dari Harits bin Naufal tidak lain karena dendam mereka atas terbunuhnya ayah mereka di perang Badr , Oleh krn itu keinginan mereka untuk melenyapkan sahabat Nabi ini pun tak ter elakkan lagi, merekapun memutuskan untuk meng eksekusi khubaib dengan cara yang belum pernah dilakukan dalam sejarah bangsa Arab.
DIdalam Tahanan Khubaib Terus ber ibadah Kepada Allah SUbhanahu Wata'ala dengan situasinya yang terbelenggu oleh rantai, Suatu hari Khubaib meminjam sebuah pisau dari salah seorang putri al-Harits untuk keperluannya. Namun tiba-tiba, ada bocah kecil, anak dari perempuan tadi, mendekat ke arah Khubaib karena kelalaian ibunya. Sang ibu melihat Khubaib memangku putranya, sementara pisau berada di tangannya. Serta-merta wanita itu merasa sangat ketakutan.
Melihat hal itu, Khubaib mengetahui kalau ibu anak tersebut takut, ia pun menenangkan ibu anak tersebut dengan mengatakan, “Apakah engkau khawatir jika aku sampai membunuhnya? Sungguh aku tidak akan melakukannya.” Perempuan itu pun berkata, “Demi Allah, aku belum pernah melihat, ada seorang tawanan yang lebih baik daripada Khubaib. Demi Allah, aku juga pernah menyaksikan dia makan setangkai buah anggur yang berada di tangannya, padahal ia dalam keadaan terbelenggu. Dan ketika itu, di Mekah belum datang musim anggur. Itulah sebuah rezeki yang diberkan Allah kepada Khubaib.”
Dan ketika saat kematiannya tiba, orang2 Qurays membawanya keluar dari tahanan dan hendak meng eksekusi nya di Tiang salib yang sudah di persiapkan, sebelum di eksekusi, Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an minta Untuk shalat DUa Rakaat, Orang2 Quraysi mengira Khubaib hendak memperlambat kematiannya, Sehingga setelah menyelesaikan shalat itu Khubaib Bin Adi Berkata kepada mereka , yang perkataan itu membuat mereka pucat :

Sungguh seandainya kalian tidak menganggap aku takut (menghadapi kematian), tentu aku akan menambah jumlah rakaat shalatku.( Dan Khubaib adalah orang pertama yang mencontohkan sholat dua roka'at bagi setiap muslim yang akan dibunuh sebagai wujud keshabaran)

Mendengar UCapan itu Mereka Berang, dan Langsung menyalip Khubaib, Setelah itu Mereka mencoba untuk meruntuhkan Iman Sahabat yang Mulia ini , Mereka Berkata : Y Khubaib Maukah Engkau, Jika Posisimu di gantikan Oleh Muhammad, Mendengar UCapan itu  Qubaib Bin Adi Radhiallahu'an Bergerak hampir2 tiang salib itu rubuh , dan Berkata kepada mereka, yang Jika kata2 yang sangat membakar hati setiap orang yang medengarnya :

            Demi Allah, Tidak sudi aku duduk bersama keluargaku, Sementara Kaki Rasulullah tertusuk satu duri

Inilah Bentuk Kecintaan Beliau Radhiallahu'an Kepada Rasulullah , Wahai Saudaraku Apakah ada kisah cinta atau Idola mu yang anda ketahui lebih membuat hati mu Sesak selain kisah ini, Pantaskah Kita melupakan Manusia terbaik ini, Fikirkan dan renungkanlah
Menjelang Kematiannya , dengan Dengan Penuh keyakinan dan Kesabarannya ,Di depan  Semua Orang Yang menyaksikan Dirinya Beliau pun Mengucapkan Sebuah Syair yang sangat Indah dan membekas DI Hati :

Para Musuh itu Telah Berkumpul di Sisiku dan Bersatu Padu
mengumpulkan Kabilah Dan Pengikut Mereka
Dan semua menunjukkan kejelekkannya kepadaku
Karena sesendiriannku Tanpa satu Orangpun Yang Menolong
Telah mereka Kumpulkan Anak dan Istri Mereka
Sementara aku di pasung di sebatang kayu
Kepada Allah lah Kusampaikan keluhan dan keterasinganku
Dan semua yang diperbuat Musuh disaat kematianku
Wahai Sang Pemilik 'Arsy, Tabahkanlah diriku atas semua yang menimpaku
Mereka telah mengiris Dagingku dan Telah Pupus Harapanku
Dan semua ini semata mata Hanya di jalannya
Jika Ia Berkehendak , Akn Memberkahi potongan2 Tubuh ini
Para Musuh Telah mengajakku untuk mati bersama kekafiran
Maka meneteslah Air mataku, bukan karena ketakutanku
Tidak aku takut akan kematian, melainkan Api Jahannam Yang Ku khawatirkan
Tiada Ku perduli Jika aku harus mati
Disisi Manapun Tubuhku terbaring dalam Jalan Allah
Dan Tiada sudi Kutunjukkan Kerendahan Pada Musuhku
Sungguh Tiada Pernah kutakut, Karena Hanya kepada Allah lah Aku Kembali

Setelah itu Khubaib Radhiallahu'an Mengangkat Wajahnya kelangit , Seraya berkata :
Ya Allah, Sampaikanlah Salamku Kepada Rasul-Mu
Setelah itu Berhentilah Nafas Sahabat Mulia ini. Wafat dalam Keadaan Paling Indah yaitu Syahid Di jalan Allah
Dalam Sejarahnya Rasulullah Mengutus para sahabat itu menyelamatkan Jasad Khubaib, Lalu Bergeraklah Mereka kesana, Sesampai disana para sahabat menurunkan Jasad Khubaib, dalam Perjalanan Pulang, mereka dihadang oleh Orang2 Qurays ,maka terjadilah pegejaran yang membuat jasad Khubaib Radhiallahuan Jatuh ketanah, orang2 Qurays pun mencoba mengambil Jasad Khubaib untuk menyalibnya kembali, Namun Mereka gagal krn sebuah kejadian menkjubkan di perihatkan Oleh Allah Subhanahu Wata'ala, Dimana Jasad Khubaib Bin Adi Di telan oleh Tanah, Maha Besar Allah Sebaik baik penolong Bagi hambanya Yang Ber iman.
Inilah Ringkasan kisah Penuh Cinta dan pengorbanan yang kami Kisahkan agar menjadi Motivasi Untuk Kita semua, Adakah Yang lebih hebat dari Kisah2  Cinta para sahabat yang  Untuk Agamanya, Adakah Drama2 Korea ataupun romantika lainnya yang lebih menusuk qalbu dari Kisah ini, silahkan berkomentar Jika memang ada.


       Cinta adalah Ketertarikan emosinal Terhadap seseorang yang di Warisi dengan Pengorbanan dan Kasih sayang, Seseorang akan melakukan sesuatu demi membuat orang yang di cintainya itu bahagia, Oleh karena itu Allah Subhanahu Wata'ala memperingati umatnya agar lebih mencintai-Nya dan Rasul2-Nya, Seperti yang akan kita bahas tentang Kisah Seseorang  yang sangat Mencintai Allah dan Rasulnya, Ia korbannya jiwa demi agama, serta Perjuangannya mewakili seluruh manusia terbaik saat itu, bagaimana kisah heroiknya dapat menjadi Motivasi dan Pelajaran bagi kita semua, Karena Jasa nya Untuk agama ini. Beliau lah salah satu Sahabat Mulia yang kini namanya mulai redup oleh ingatan kita, Sang Kesatria ini bernama : Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an

            Beliau Radhiallahu'an Bernama : Khubaib bin Adi Bin Malik Al Aushi Al An Shori , Sahabat yang di Puji Allah Subhanahu Wata'ala, dalam Al Qur'an Allah Subhanahu Wata'ala Berfirman :
            Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung ( Al Qur'an Surat Al Ashr ayat 9)

Beliau juga salah satu Diantara sahabat yang ikut andil dalam peperangan Badr Dan Uhud Yang Rasulullah Telah menjamin Surga kepada mereka, Seperti yang tersirat pada kisah sahabat Hâthib bin Abi Balta’ah saat ia mencoba membocorkan rencana penyerangan ke Makkah. Sehingga Sahabat ‘Umar menganggap perbuatan tersebut sebagai pengkhianatan. Oleh karenanya, ia pantas dibunuh. Mendengar kekecewaan ‘Umar bin al-Khaththab, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:

فَقَالَ أَلَيْسَ مِنْ أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ وَجَبَتْ لَكُمْ الْجَنَّةُ أَوْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ فَدَمَعَتْ عَيْنَا عُمَرَ وَقَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ

“Bukankah ia (Haathib) itu termasuk yang ikut perang Badr? Dan Allah telah menyaksikan Ahli Badar, seraya berfirman: ‘Berbuatlah apa yang kalian kehendaki, sungguh surga telah pasti bagi kalian’, atau dalam riwayat lain: ‘Aku telah mengampuni kalian’.” 
[HR al-Bukhâri, kitab al-Maghâzi bab Fadhlu man Syahida Badran, hadits no. 3983].

             Beliau Radhiallahu'an Sangat Tekun dalam Beribadah dan Sangat Mencintai Rasulullah meleibihi kecintaannya kepada Dirinya sendiri.
Kisahnya Heroik nya berawal Ketika Rasulullah Mengutus 10 orang Sahabat yang kesemuanya adalah para Penghafal Al Qur'an, untuk Berdakwah . Karena setelah Perang uhud dua suku Arab mendatangi Rasulullah untuk menyatakan keinginan mereka masuk Islam , serta mereka juga meminta untuk dikirimkan nya Sahabat Rasulullah kepada mereka agar mereka dapat mempelajari Islam Secara sempurna. Singkat cerita Ekpedisi ini di pimpin oleh Sahabat yang bernama Hashim Bin Tsabit. Di tengah perjalanan tepatnya di daerah Hadah, yang terletak di antara Asafan dan Makkah, Para suku itu menghianati perjanjian mereka dan membunuh Utusan Rasulullah dan menawan sebagiannya, diantara nya adalah Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an, setelah itu Khubaub pun di jual kepada Suku Harits , Perlu diketahui Pembelian yang di lakukan ANak2 dari Harits bin Naufal tidak lain karena dendam mereka atas terbunuhnya ayah mereka di perang Badr , Oleh krn itu keinginan mereka untuk melenyapkan sahabat Nabi ini pun tak ter elakkan lagi, merekapun memutuskan untuk meng eksekusi khubaib dengan cara yang belum pernah dilakukan dalam sejarah bangsa Arab.
DIdalam Tahanan Khubaib Terus ber ibadah Kepada Allah SUbhanahu Wata'ala dengan situasinya yang terbelenggu oleh rantai, Suatu hari Khubaib meminjam sebuah pisau dari salah seorang putri al-Harits untuk keperluannya. Namun tiba-tiba, ada bocah kecil, anak dari perempuan tadi, mendekat ke arah Khubaib karena kelalaian ibunya. Sang ibu melihat Khubaib memangku putranya, sementara pisau berada di tangannya. Serta-merta wanita itu merasa sangat ketakutan.
Melihat hal itu, Khubaib mengetahui kalau ibu anak tersebut takut, ia pun menenangkan ibu anak tersebut dengan mengatakan, “Apakah engkau khawatir jika aku sampai membunuhnya? Sungguh aku tidak akan melakukannya.” Perempuan itu pun berkata, “Demi Allah, aku belum pernah melihat, ada seorang tawanan yang lebih baik daripada Khubaib. Demi Allah, aku juga pernah menyaksikan dia makan setangkai buah anggur yang berada di tangannya, padahal ia dalam keadaan terbelenggu. Dan ketika itu, di Mekah belum datang musim anggur. Itulah sebuah rezeki yang diberkan Allah kepada Khubaib.”
Dan ketika saat kematiannya tiba, orang2 Qurays membawanya keluar dari tahanan dan hendak meng eksekusi nya di Tiang salib yang sudah di persiapkan, sebelum di eksekusi, Khubaib Bin Adi Radhiallahu'an minta Untuk shalat DUa Rakaat, Orang2 Quraysi mengira Khubaib hendak memperlambat kematiannya, Sehingga setelah menyelesaikan shalat itu Khubaib Bin Adi Berkata kepada mereka , yang perkataan itu membuat mereka pucat :

Sungguh seandainya kalian tidak menganggap aku takut (menghadapi kematian), tentu aku akan menambah jumlah rakaat shalatku.( Dan Khubaib adalah orang pertama yang mencontohkan sholat dua roka'at bagi setiap muslim yang akan dibunuh sebagai wujud keshabaran)

Mendengar UCapan itu Mereka Berang, dan Langsung menyalip Khubaib, Setelah itu Mereka mencoba untuk meruntuhkan Iman Sahabat yang Mulia ini , Mereka Berkata : Y Khubaib Maukah Engkau, Jika Posisimu di gantikan Oleh Muhammad, Mendengar UCapan itu  Qubaib Bin Adi Radhiallahu'an Bergerak hampir2 tiang salib itu rubuh , dan Berkata kepada mereka, yang Jika kata2 yang sangat membakar hati setiap orang yang medengarnya :

            Demi Allah, Tidak sudi aku duduk bersama keluargaku, Sementara Kaki Rasulullah tertusuk satu duri

Inilah Bentuk Kecintaan Beliau Radhiallahu'an Kepada Rasulullah , Wahai Saudaraku Apakah ada kisah cinta atau Idola mu yang anda ketahui lebih membuat hati mu Sesak selain kisah ini, Pantaskah Kita melupakan Manusia terbaik ini, Fikirkan dan renungkanlah
Menjelang Kematiannya , dengan Dengan Penuh keyakinan dan Kesabarannya ,Di depan  Semua Orang Yang menyaksikan Dirinya Beliau pun Mengucapkan Sebuah Syair yang sangat Indah dan membekas DI Hati :

Para Musuh itu Telah Berkumpul di Sisiku dan Bersatu Padu
mengumpulkan Kabilah Dan Pengikut Mereka
Dan semua menunjukkan kejelekkannya kepadaku
Karena sesendiriannku Tanpa satu Orangpun Yang Menolong
Telah mereka Kumpulkan Anak dan Istri Mereka
Sementara aku di pasung di sebatang kayu
Kepada Allah lah Kusampaikan keluhan dan keterasinganku
Dan semua yang diperbuat Musuh disaat kematianku
Wahai Sang Pemilik 'Arsy, Tabahkanlah diriku atas semua yang menimpaku
Mereka telah mengiris Dagingku dan Telah Pupus Harapanku
Dan semua ini semata mata Hanya di jalannya
Jika Ia Berkehendak , Akn Memberkahi potongan2 Tubuh ini
Para Musuh Telah mengajakku untuk mati bersama kekafiran
Maka meneteslah Air mataku, bukan karena ketakutanku
Tidak aku takut akan kematian, melainkan Api Jahannam Yang Ku khawatirkan
Tiada Ku perduli Jika aku harus mati
Disisi Manapun Tubuhku terbaring dalam Jalan Allah
Dan Tiada sudi Kutunjukkan Kerendahan Pada Musuhku
Sungguh Tiada Pernah kutakut, Karena Hanya kepada Allah lah Aku Kembali

Setelah itu Khubaib Radhiallahu'an Mengangkat Wajahnya kelangit , Seraya berkata :
Ya Allah, Sampaikanlah Salamku Kepada Rasul-Mu
Setelah itu Berhentilah Nafas Sahabat Mulia ini. Wafat dalam Keadaan Paling Indah yaitu Syahid Di jalan Allah
Dalam Sejarahnya Rasulullah Mengutus para sahabat itu menyelamatkan Jasad Khubaib, Lalu Bergeraklah Mereka kesana, Sesampai disana para sahabat menurunkan Jasad Khubaib, dalam Perjalanan Pulang, mereka dihadang oleh Orang2 Qurays ,maka terjadilah pegejaran yang membuat jasad Khubaib Radhiallahuan Jatuh ketanah, orang2 Qurays pun mencoba mengambil Jasad Khubaib untuk menyalibnya kembali, Namun Mereka gagal krn sebuah kejadian menkjubkan di perihatkan Oleh Allah Subhanahu Wata'ala, Dimana Jasad Khubaib Bin Adi Di telan oleh Tanah, Maha Besar Allah Sebaik baik penolong Bagi hambanya Yang Ber iman.
Inilah Ringkasan kisah Penuh Cinta dan pengorbanan yang kami Kisahkan agar menjadi Motivasi Untuk Kita semua, Adakah Yang lebih hebat dari Kisah2  Cinta para sahabat yang  Untuk Agamanya, Adakah Drama2 Korea ataupun romantika lainnya yang lebih menusuk qalbu dari Kisah ini, silahkan berkomentar Jika memang ada.

Komentar